Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bertolak ke Gaza, Gaza Flotilla Dicegat Kapal Militer Israel

    April 30, 2026

    Kemendag Terbitkan Aturan Baru Pembatasan Impor Pertanian

    April 30, 2026

    Bappenas Dorong Percepatan Hilirisasi Susu Boyolali

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Audit
    • Feature
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Subscribe
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Bisnis»PLTS Atap Terbesar di Indonesia Diresmikan, 17 Kali Luas GBK
    Bisnis

    PLTS Atap Terbesar di Indonesia Diresmikan, 17 Kali Luas GBK

    adminBy adminApril 29, 2026Updated:April 30, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Detikheadline.com – INSTALASI pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap terbesar di sektor komersial dan industri resmi direalisasikan oleh PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya bersama Xurya. Proyek ini memiliki total kapasitas 22,5 megawatt (MW).

    Selain menjadi yang terbesar di sektor tersebut, PLTS ini diklaim mampu menekan emisi karbon hingga 26.818.258 kilogram per tahun dan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sebesar 20.189 kilogram per tahun.

    PLTS atap ini juga terdiri dari 36.862 modul panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 meter persegi atau sekitar 12,2 hektare, setara dengan 17 kali luas lapangan sepak bola Gelora Bung Karno (GBK).

    Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari, yang hadir dalam peresmian ini, menyebut pengembangan PLTS atap merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim sekaligus mendukung target net zero emission (NZE).

    “PLTS atap ini sebetulnya adalah bagian komitmen dari penanganan perubahan iklim di Indonesia yang sudah menargetkan NZE di tahun 2060. Tapi khusus sektor industri manufaktur atas arahan Bapak Menteri, kami maunya NZE sektor industri kita capai di tahun 2050,” ujarnya di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi, Rabu, 29 April 2026.

    Ia menambahkan, target tersebut membutuhkan dukungan kuat dari sektor industri melalui strategi dekarbonisasi yang mencakup efisiensi energi dan material, penggunaan bahan bakar rendah karbon, pemutakhiran proses industri, elektrifikasi dan energi terbarukan, serta penangkapan dan pemanfaatan karbon.

    “Ini sangat-sangat relevan dengan strategi dekarbonisasi yang sudah ditetapkan oleh Kemenperin,” ujar Emmy. “Saya tentunya berharap ini bisa direplikasi. Industri itu natural business-nya adalah percaya dengan apa yang dilihat. Mereka pokoknya ada contoh industri berhasil, industri lain berhasil, mereka akan mengikut, dibanding percaya dengan apa yang disampaikan saja.”

    Apabila pemasangan PLTS atap ini bisa memberikan cost saving, kata Emmy, maka industri lain akan berbondong-bondong ke arah sana pula.

    Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Harris mengatakan bahwa kapasitas PLTS atap nasional terus meningkat. “Pada 2026 ini kami mencatat bahwa PLTS atap yang sudah terpasang sebagai pelanggan PLN secara nasional mencapai 861,4 MWp yang berasal dari 11.840 pelanggan,” ucapnya.

    Harris menjelaskan, dari jumlah tersebut pelanggan terbanyak berasal dari sektor rumah tangga, yaitu 60 persen, sementara kapasitas terpasang terbesar ada di sektor industri, yaitu 79 persen.

    “Dengan kita mengembangkan PLTS atap ini secara optimal, khususnya di sektor industri, tentu kami berharap agar ini bisa diikuti juga oleh industri-industri yang lain yang memang peluangnya di Indonesia masih sangat luas,” kata Harris.

    Vice President Pengelolaan Penjualan PT PLN (Persero) Yondri Zulfaldi menilai proyek ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan swasta dalam mendorong transisi energi nasional.

    “Sebagaimana kita ketahui sektor industri merupakan salah satu pengguna energi terbesar sehingga transformasi menuju energi bersih di sektor ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap penurunan emisi karbon dan peningkatan efisiensi energi,” ujarnya.

    Menurut dia, implementasi PLTS atap seperti yang diresmikan hari ini merupakan langkah konkret menuju industri yang lebih hijau, kompetitif, dan berkelanjutan.

    sumber/tempo

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    CORE Prediksi Penerimaan Pajak Meleset hingga Rp 484 Triliun

    April 30, 2026

    Asosiasi Bilang Butuh Tambahan 1,7 Juta Ton CPO untuk B50

    April 30, 2026

    Komisaris Bobibos: Hasil Uji Lemigas RON 98, Fokus Bensin

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.