Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bertolak ke Gaza, Gaza Flotilla Dicegat Kapal Militer Israel

    April 30, 2026

    Kemendag Terbitkan Aturan Baru Pembatasan Impor Pertanian

    April 30, 2026

    Bappenas Dorong Percepatan Hilirisasi Susu Boyolali

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Audit
    • Feature
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Subscribe
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Bisnis»Asosiasi Bilang Butuh Tambahan 1,7 Juta Ton CPO untuk B50
    Bisnis

    Asosiasi Bilang Butuh Tambahan 1,7 Juta Ton CPO untuk B50

    adminBy adminApril 30, 2026Updated:April 30, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Detikheadline.com – KETUA Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyatakan implementasi biodisel B50 membutuhkan tambahan volume minyak sawit mentah (CPO) hingga 1,7 juta ton. Kapasitas dalam negeri masih cukup, namun mandatori B50 dilakukan di tengah tren produksi yang melandai.

    Adapun pemerintah menetapkan implementasi penuh bahan bakar nabati ini mulai 1 Juli 2026 mendatang. “Kalau B50 tahun ini saja kira-kira penambahannya sekitar 1,5 sampai 1,7 juta ton,” ucap Eddy seusai peluncuran buku 45 Tahun Gapki di Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2026.

    Bila diterapkan secara penuh selama setahun, Eddy memprediksi serapan tambahannya sekitar 3 sampai 3,5 juta ton. Ia menyatakan bahwa saat ini kondisi produksi sawit sedang stagnan. Sehingga saat mandatori diterapkan dan permintaan ekspor meningkat, penjualan ke luar negeri belum tentu dapat dipenuhi.

    Meski demikian, ia menyatakan kebutuhan dalam negeri masih menjadi prioritas. Agar suplai tetap cukup, tak ada pilihan bagi produsen selain meningkatkan produktivitas. Sehingga implementasi B50 dapat berkelanjutan dan bahkan bisa meningkat.

    Total volume produksi minyak sawit mentah yang aman, dengan adanya implementasi B50, adalah sekitar 60 juta ton atau lebih. Eddy menyatakan bahwa sebenarnya angka tersebut dapat dicapai. “Asalkan peremajaan sawit rakyat bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

    Namun peremajaan sawit saat ini sangat lamban, sehingga produksi minyak sawit stagnan. Butuh peningkatan agar kebutuhan dalam negeri, B50, hingga ekspor dapat terpenuhi.

    B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel sawit dan 50 persen solar. Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia bakal menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan B50. “Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

    Amran menyatakan langkah tersebut bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif. Ia menjelaskan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

    Sumber/tempo

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    CORE Prediksi Penerimaan Pajak Meleset hingga Rp 484 Triliun

    April 30, 2026

    Komisaris Bobibos: Hasil Uji Lemigas RON 98, Fokus Bensin

    April 30, 2026

    PLTS Atap Terbesar di Indonesia Diresmikan, 17 Kali Luas GBK

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.