Rabu, 05 Agt 2026 AuditBisnisFeatureNasionalNews
Beranda › Feature
Feature

Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S

✍️ admin 🕒 29 Apr 2026 👁️ 5x dibaca
Brigjen D.I. Panjaitan/istimewa
Brigjen D.I. Panjaitan/istimewa

Kisah Gugurnya Brigjen D.I. Panjaitan dalam Peristiwa G30S

Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal berintegritas itu menjadi salah satu korban penculikan di rumahnya di Kebayoran Baru.

Karier Militer yang Dilandasi Prinsip

Brigjen D.I. Panjaitan, lahir di Balige, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 9 Juni 1925, memulai karier militernya dengan bergabung ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kecerdasan dan ketegasannya membawanya menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Perwira Perbekalan dan Logistik Angkatan Darat, di mana ia menunjukkan keahlian dalam manajemen militer. Ia dikenal sebagai sosok yang berdisiplin tinggi dan menjunjung nilai moral. Reputasinya sebagai perwira yang tidak kompromi terhadap penyimpangan membuatnya disegani. Dalam menjalankan tugas, Panjaitan selalu mengedepankan kepentingan negara dan dikenal dekat dengan anak buahnya.

Detik-Detik Penculikan dan Keteguhan Hati

Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September mendatangi kediamannya. Menghadapi situasi itu, Panjaitan memilih untuk tidak melawan dengan kekerasan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah.
Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah — sebuah tindakan yang menunjukkan keteguhan iman dan keberaniannya menghadapi maut.
Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, bersama para perwira tinggi lainnya. Atas pengorbanannya, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Revolusi kepadanya.

Latar Belakang dan Warisan Nilai

Sebelum terjun ke dunia militer, Panjaitan menempuh pendidikan di bidang teknik mesin di Tarutung. Semangat nasionalismenya yang menggebu membawanya pada jalan pengabdian untuk negara. Nilai-nilai kepahlawanan yang ia tinggalkan mencakup keberanian, keteguhan iman, disiplin, integritas, serta nasionalisme yang murni.
A
adminPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update