{"id":1178,"date":"2026-04-29T07:17:29","date_gmt":"2026-04-29T07:17:29","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/?p=1178"},"modified":"2026-04-29T07:17:30","modified_gmt":"2026-04-29T07:17:30","slug":"agus-salim-diplomat-jenius-penguasa-9-bahasa-asing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/agus-salim-diplomat-jenius-penguasa-9-bahasa-asing\/","title":{"rendered":"Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing"},"content":{"rendered":"<h2>Agus Salim: Diplomat dan Pemikir Utama Indonesia<\/h2>\n<p>Haji Agus Salim, seorang diplomat, jurnalis, dan pemikir Islam terkemuka, lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884. Ia merupakan salah satu tokoh kunci yang turut membangun identitas bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan.<\/p>\n<h3>Kiprah di Panggung Politik dan Diplomasi<\/h3>\n<p>Setelah Indonesia merdeka, Agus Salim dipercaya memegang sejumlah peran strategis. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari tahun 1947 hingga 1949, menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), serta bertindak sebagai diplomat dalam berbagai forum internasional. Dalam perannya itu, ia dikenal sebagai negarawan yang tegas menjaga kedaulatan namun bijaksana menghadapi tekanan dunia luar.<\/p>\n<h3>Pendidikan dan Awal Perjalanan<\/h3>\n<p>Kecerdasan Agus Salim telah tampak sejak muda. Ia adalah lulusan terbaik dari Hogere Burgerschool (HBS) di Batavia dan menguasai sembilan bahasa asing. Meski sempat bercita-cita melanjutkan studi ke Belanda, penolakan beasiswa dari pemerintah kolonial menjadi titik balik yang mendorongnya melawan ketidakadilan. Pengalaman kerjanya sebagai penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi, turut memperkaya wawasan diplomatik dan keislamannya.<\/p>\n<p>Keterlibatannya dalam politik dimulai melalui Sarekat Islam (SI) pada dekade 1910-an. Di organisasi itu, ia dianggap sebagai tokoh pembaharu yang gencar mendorong kemajuan pendidikan dan pemikiran umat Islam. Gaya bicaranya yang tajam, logis, namun santun membuatnya dijuluki \u201cThe Grand Old Man\u201d.<\/p>\n<h3>Warisan Kesederhanaan dan Keteguhan Prinsip<\/h3>\n<p>Di balik kecerdasan dan jabatannya, Agus Salim hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Ia kerap menolak fasilitas mewah dan tidak pernah tergiur oleh kekayaan atau pangkat. Sikap hidupnya yang mengutamakan integritas intelektual tercermin dari sebuah peristiwa terkenal. Ketika seorang wartawan heran melihat anak-anaknya memakai baju bertambal, Agus Salim dengan tenang menjawab:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cLebih baik anak saya pakai baju tambalan daripada otaknya yang tambal sulam.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Kisah hidupnya tetap menjadi inspirasi sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih seorang intelektual sejati bagi bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agus Salim: Diplomat dan Pemikir Utama Indonesia Haji Agus Salim, seorang diplomat, jurnalis, dan pemikir Islam terkemuka, lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884. Ia merupakan salah satu tokoh kunci yang turut membangun identitas bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Kiprah di Panggung Politik dan Diplomasi Setelah Indonesia merdeka, Agus Salim dipercaya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[44,45,23,43],"class_list":{"0":"post-1178","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-feature","8":"tag-agus-salim","9":"tag-diplomat","10":"tag-pahlawan","11":"tag-pemikir-islam-indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1248,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1178\/revisions\/1248"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}