{"id":1181,"date":"2026-04-29T07:08:06","date_gmt":"2026-04-29T07:08:06","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/?p=1181"},"modified":"2026-04-29T07:08:07","modified_gmt":"2026-04-29T07:08:07","slug":"brigjen-d-i-panjaitan-kisah-gugurnya-pahlawan-revolusi-g30s","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/brigjen-d-i-panjaitan-kisah-gugurnya-pahlawan-revolusi-g30s\/","title":{"rendered":"Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S"},"content":{"rendered":"<h2>Kisah Gugurnya Brigjen D.I. Panjaitan dalam Peristiwa G30S<\/h2>\n<p>Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal berintegritas itu menjadi salah satu korban penculikan di rumahnya di Kebayoran Baru.<\/p>\n<h3>Karier Militer yang Dilandasi Prinsip<\/h3>\n<p>Brigjen D.I. Panjaitan, lahir di Balige, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 9 Juni 1925, memulai karier militernya dengan bergabung ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kecerdasan dan ketegasannya membawanya menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Perwira Perbekalan dan Logistik Angkatan Darat, di mana ia menunjukkan keahlian dalam manajemen militer.<\/p>\n<p>Ia dikenal sebagai sosok yang berdisiplin tinggi dan menjunjung nilai moral. Reputasinya sebagai perwira yang tidak kompromi terhadap penyimpangan membuatnya disegani. Dalam menjalankan tugas, Panjaitan selalu mengedepankan kepentingan negara dan dikenal dekat dengan anak buahnya.<\/p>\n<h3>Detik-Detik Penculikan dan Keteguhan Hati<\/h3>\n<p>Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September mendatangi kediamannya. Menghadapi situasi itu, Panjaitan memilih untuk tidak melawan dengan kekerasan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah.<\/p>\n<blockquote><p>Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah \u2014 sebuah tindakan yang menunjukkan keteguhan iman dan keberaniannya menghadapi maut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, bersama para perwira tinggi lainnya. Atas pengorbanannya, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Revolusi kepadanya.<\/p>\n<h3>Latar Belakang dan Warisan Nilai<\/h3>\n<p>Sebelum terjun ke dunia militer, Panjaitan menempuh pendidikan di bidang teknik mesin di Tarutung. Semangat nasionalismenya yang menggebu membawanya pada jalan pengabdian untuk negara. Nilai-nilai kepahlawanan yang ia tinggalkan mencakup keberanian, keteguhan iman, disiplin, integritas, serta nasionalisme yang murni.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah Gugurnya Brigjen D.I. Panjaitan dalam Peristiwa G30S Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal berintegritas itu menjadi salah satu korban penculikan di rumahnya di Kebayoran Baru. Karier Militer yang Dilandasi Prinsip Brigjen D.I. Panjaitan,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[40,39,23],"class_list":{"0":"post-1181","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-feature","8":"tag-brigjen-di-panjaitan","9":"tag-g30s","10":"tag-pahlawan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1181"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1242,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181\/revisions\/1242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}