{"id":1182,"date":"2026-04-29T07:05:28","date_gmt":"2026-04-29T07:05:28","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/?p=1182"},"modified":"2026-04-29T07:05:29","modified_gmt":"2026-04-29T07:05:29","slug":"profil-mayjen-s-parman-pahlawan-revolusi-korban-g30s-1965","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/profil-mayjen-s-parman-pahlawan-revolusi-korban-g30s-1965\/","title":{"rendered":"Profil Mayjen S. Parman: Pahlawan Revolusi Korban G30S 1965"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Detikheadline.com<\/strong> &#8211; Mayor Jenderal Siswondo Parman, yang lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada 4 Agustus 1918, merupakan salah satu dari tujuh perwira tinggi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Perwira intelijen Angkatan Darat ini tewas secara tragis setelah diculik dari rumahnya pada tanggal 1 Oktober 1965.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Karier Militer dan Peran di Bidang Intelijen<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum mengabdi di kemiliteran Indonesia, S. Parman sempat mengenyam pendidikan di Geneeskundige Hoge School di Jakarta. Pengalaman militernya diawali dengan bergabung pada organisasi semi-militer bentukan Jepang, Peta (Pembela Tanah Air). Setelah kemerdekaan, ia masuk dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI, dan meniti karier berkat kedisiplinan serta kemampuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Puncak perannya adalah saat dipercaya menjabat sebagai Asisten I Menteri\/Panglima Angkatan Darat Bidang Intelijen. Pada posisi strategis ini, ia bertugas memantau keamanan nasional dan mengidentifikasi berbagai ancaman terhadap negara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesetiaan Hingga Akhir Hayat<\/h3>\n\n\n\n<p>Keteguhan dan integritas Mayjen S. Parman diuji dalam peristiwa G30S\/PKI. Ia menjadi target penculikan kelompok tersebut dan dibawa ke lokasi yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Di sana, ia beserta enam perwira lainnya disiksa sebelum akhirnya dibunuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pengorbanannya menjadikannya simbol kesetiaan prajurit yang memegang teguh nilai-nilai bangsa hingga akhir hayat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Warisan Nilai bagi Generasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari perjalanan hidupnya, terdapat sejumlah nilai kepahlawanan yang dapat dijadikan teladan. Pertama, loyalitas tanpa syarat kepada bangsa dan negara yang harus diutamakan di atas kepentingan pribadi. Kedua, keberanian untuk berdiri di pihak kebenaran meskipun menghadapi risiko yang besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Detikheadline.com &#8211; Mayor Jenderal Siswondo Parman, yang lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada 4 Agustus 1918, merupakan salah satu dari tujuh perwira tinggi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Perwira intelijen Angkatan Darat ini tewas secara tragis setelah diculik dari rumahnya pada tanggal 1 Oktober 1965. Karier Militer dan Peran di Bidang Intelijen<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[38,37,23],"class_list":{"0":"post-1182","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-feature","8":"tag-g30spki","9":"tag-mayjen-s-parman","10":"tag-pahlawan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1239,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1182\/revisions\/1239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}