{"id":1353,"date":"2026-04-29T09:36:02","date_gmt":"2026-04-29T09:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/suami-bupati-pekalongan-bungkam-setelah-diperiksa-kpk\/"},"modified":"2026-04-29T09:36:02","modified_gmt":"2026-04-29T09:36:02","slug":"suami-bupati-pekalongan-bungkam-setelah-diperiksa-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/suami-bupati-pekalongan-bungkam-setelah-diperiksa-kpk\/","title":{"rendered":"Suami Bupati Pekalongan Bungkam Setelah Diperiksa KPK"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SUAMI Bupati Pekalongan nonaktif Fadia A. Rafiq, Mukhtaruddin Ashraff Abu, bungkam setelah menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Penyidik memeriksa Ashraff Abu itu dalam penyidikan kasus dugaan <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/korupsi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">korupsi<\/a> pengadaan jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suami Fadia A. Rafiq itu hanya melambaikan tangan saat awak media menanyakan dugaan aliran uang atas pengadaan jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di lingkungan Pemkab Pekalongan. Ashraff Abu menjalani pemeriksaan selama lima jam. Ia datang ke kantor KPK di Jakarta Selatan pukul 10.00 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK pukul 14.53 WIB.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ashraff Abu mengenakan masker hitam serta berpakaian kaus hitam berlapis jaket cokelat saat memenuhi panggilan <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/kpk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KPK<\/a>. Ia datang didampingi oleh kuasa hukum Fadia A. Rafiq saat menjalani pemeriksaan di KPK.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan suami Fadia A. Rafiq itu diperiksa penyidik dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Raja Nusantara Berjaya. Ashraff Abu kini menjabat sebagai anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) periode 2025-2030.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, KPK mengungkapkan suami Fadia A. Rafiq itu memiliki peran pasif saat istrinya hendak membangun perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya. Perusahaan itu didirikan untuk mengikuti pengadaan jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Pemkab Pekalongan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan tersebut berdasarkan kesaksian Fadia serta anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff saat diperiksa penyidik. &#8220;Ini yang diperoleh, sementara, selama 1&#215;24 jam,&#8221; kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu pada Rabu, 4 Maret 2026.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asep mengatakan lembaganya masih mendalami peran suami Bupati Pekalongan itu dalam kasus korupsi pengadaan jasa <\/span><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/outsourcing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Pemkab Pekalongan. Sebab, PT Raja Nusantara Berjaya didirikan Fadia bersama suaminya serta anaknya Muhammad Sabiq Ashraff. Mereka membangun perseroan itu sejak Fadia dilantik sebagai Bupati Pekalongan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asep menjelaskan, perusahaan itu bergerak di bidang penyediaan jasa dan juga mengikuti kegiatan vendor dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemekab Pekalongan. Dalam struktur organisasinya, suami Fadia menjabat sebagai Komisaris PT RNB, sedangkan anaknya duduk pada posisi Direktur PT RNB periode 2022-2024.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kemudian, pada 2024, Fadia mengganti posisi Direktur PT RNB dari semula MSA menjadi saudari RUL (Rul Bayatun) yang merupakan pegawai sekaligus orang kepercayaan bupati,&#8221; ucap Asep.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus ini, Fadia yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan berperan sebagai penerima manfaat atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beneficial owner <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari PT RNB. Sepanjang 2025, PT RNB memperoleh proyek <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/pengadaan-barang-dan-jasa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengadaan barang dan jasa<\/a> di lingkungan Pemkab Pekalongan yang terdiri jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di 17 daerah, dinas kesehatan berupa tiga Rumah Sakit Umum Daerah, serta satu kecamatan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rentang 2023-2026, terdapat transaksi uang yang masuk ke rekening PT RNB sebesar Rp 46 miliar yang bersumber dari kontrak PT RNB dengan perangkat daerah di Kabupaten Pekalongan. Dari uang itu, kata Asep, sebagian digunakan untuk membayar gaji pegawai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan tim sukses bupati. <\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sisa di antaranya dinikmati dan dibagikan kepada keluarga bupati dengan total mencapai Rp 19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi,&#8221; kata Asep.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang Rp 19 miliar itu dibagikan ke Fadia sebesar Rp 5,5 miliar, Mukhtaruddin Ashraff Abu sekaligus suami Fadia mendapat uang senilai Rp 1,1 miliar, dua anak bupati yaitu Muhammad Sabiq Ashraff sebesar Rp 4,6 miliar serta Mehnaz NA sebesar Rp 2,5 miliar. Selain itu mengalir ke orang kepercayaan bupati Rul Bayatun sekaligus Direktur PT RNB senilai Rp 2,3 miliar, dan Rp 3 miliar merupakan penarikan uang tunai.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atas perbuatannya, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka dugaan rasuah pengadaan jasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Pemerintah <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/kabupaten-pekalongan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Pekalongan<\/a>.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><b>Pilihan editor: <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/hukum\/riset-koruptor-berbasis-gender-2131101\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa Pelaku Korupsi Lebih Banyak Laki-laki<\/a><\/b><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/2101005\/suami-bupati-pekalongan-bungkam-setelah-diperiksa-kpk\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUAMI Bupati Pekalongan nonaktif Fadia A. Rafiq, Mukhtaruddin Ashraff Abu, bungkam setelah menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Penyidik memeriksa Ashraff Abu itu dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Suami Fadia A. Rafiq itu hanya melambaikan tangan saat awak media menanyakan dugaan aliran uang atas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1353","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1353"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1353\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}