{"id":1355,"date":"2026-04-29T09:42:02","date_gmt":"2026-04-29T09:42:02","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/lpsk-temui-keluarga-korban-kekerasan-daycare-little-aresha\/"},"modified":"2026-04-29T09:42:02","modified_gmt":"2026-04-29T09:42:02","slug":"lpsk-temui-keluarga-korban-kekerasan-daycare-little-aresha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/lpsk-temui-keluarga-korban-kekerasan-daycare-little-aresha\/","title":{"rendered":"LPSK Temui Keluarga Korban Kekerasan Daycare Little Aresha"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemui keluarga korban <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/kekerasan-terhadap-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kekerasan terhadap anak<\/a> oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">daycare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau fasilitas penitipan anak Little Aresha di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada hari ini Rabu, 29 April 2026. Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati turun langsung ke Yogyakarta hari ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sri akan menyampaikan perkembangan perihal perlindungan dari <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/lpsk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">LPSK<\/a> bagi korban dan keluarga setelah mereka bertemu. \u201cSaya akan bertemu dengan keluarga (korban) di Yogyakarta,\u201d katanya saat dihubungi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tempo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Rabu.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota atau Polresta Yogyakarta menggerebek dan menyegel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">daycare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Little Aresha pada Jumat, 24 April 2026. Ketika digerebek, ditemukan bahwa anak-anak dalam kondisi diikat dan tanpa pakaian. Mereka hanya dipakaikan popok, lalu diikat di bagian tangan, kaki, atau badannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Polisi mencatat total ada 103 anak pernah dititipkan di <em>daycare<\/em> tersebut. Dari jumlah itu, polisi memverifikasi 53 anak mengalami kekerasan fisik dan verbal.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepolisian juga telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Eva Guna Pandia mengatakan penggerebekan <\/span><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/daycare\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">daycare<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bermula dari laporan mantan karyawan yang mengaku menyaksikan langsung praktik pengasuhan tidak manusiawi di tempat tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAwalnya dari karyawannya melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,\u201d kata Eva pada Sabtu, 25 April 2026.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia merasa perlakuan tersebut bertentangan dengan hati nuraninya karena melihat anak-anak mengalami <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/penganiayaan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penganiayaan<\/a> dan penelantaran. \u201cSehingga akhirnya karyawan itu memilih mengundurkan diri dan melapor,\u201d ujar Eva.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Rizky Adrian menambahkan, rentang usia korban sangat rentan. Mulai dari bayi berusia 0 hingga 3 bulan sampai balita di bawah usia 2 tahun.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan masa kerja para pengasuh yang telah lebih dari satu tahun, polisi menduga kekerasan itu telah berlangsung lama. Selain dugaan <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/kekerasan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kekerasan<\/a>, Adrian menyebutkan bahwa kondisi penampungan di Little Aresha sangat tidak layak. Di tempat itu terdapat tiga kamar berukuran sekitar 3 x 3 meter persegi, namun setiap kamar diisi hingga 20 anak.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda yang diikat kakinya, tangannya, bahkan ada yang muntah tapi dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temuan medis menunjukkan pola luka berupa kulit melepuh, bekas cubitan, cakaran, luka pada punggung, hingga luka di bagian bibir. Mayoritas anak juga terkonfirmasi menderita pneumonia atau infeksi paru-paru.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta Retnaningtyas menyebutkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">daycare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut tak mengantongi izin. Polisi telah memasang garis polisi di area depan Little Aresha dan menghentikan seluruh kegiatan operasional tempat <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/penitipan-anak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penitipan anak<\/a> itu.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><b>Pilihan editor: <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/hukum\/eksploitasi-anak-pekerja-rumah-tangga-2132202\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksploitasi Pekerja Anak di Baik Kematian PRT<\/a><\/b><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/2101006\/lpsk-temui-keluarga-korban-kekerasan-daycare-little-aresha\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemui keluarga korban kekerasan terhadap anak oleh daycare atau fasilitas penitipan anak Little Aresha di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada hari ini Rabu, 29 April 2026. Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati turun langsung ke Yogyakarta hari ini.\u00a0 Sri akan menyampaikan perkembangan perihal perlindungan dari LPSK bagi korban dan keluarga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1355","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}