{"id":1429,"date":"2026-04-29T13:23:15","date_gmt":"2026-04-29T13:23:15","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/365-asn-imipas-dibina-di-nusakambangan-karena-pelanggaran\/"},"modified":"2026-04-29T13:23:15","modified_gmt":"2026-04-29T13:23:15","slug":"365-asn-imipas-dibina-di-nusakambangan-karena-pelanggaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/365-asn-imipas-dibina-di-nusakambangan-karena-pelanggaran\/","title":{"rendered":"365 ASN Imipas Dibina di Nusakambangan karena Pelanggaran"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KEMENTERIAN Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) membina sebanyak 365 aparatur sipil negara atau ASN yang melakukan pelanggaran di Pulau <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/nusakambangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nusakambangan<\/a>. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan dan efek jera, memperkuat integritas, memperbaiki kinerja pelayanan, hingga mendorong perubahan perilaku.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebagai langkah pembinaan, Kementerian Imipas telah melaksanakan program pembinaan mental terhadap 365 pegawai di Pulau Nusakambangan,\u201d kata Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Inspektur Jenderal Yan Sultra Indrajaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan pada Rabu, 29 April 2026.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menyatakan program ini baru pertama kali dilakukan oleh Kementerian Imipas. \u201cBaik pegawai pemasyarakatan dan pegawai imigrasi yang terkena hukuman disiplin, ditempa di Pulau Nusakambangan,\u201d ujar Yan. <\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, sejak awal kepemimpinan Menteri Imipas <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/agus-andrianto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Agus Andrianto<\/a> hingga 24 April 2026, tercatat 744 ASN yang melakukan pelanggaran disiplin. Sebanyak 212 pegawai di antaranya dijatuhi hukuman disiplin ringan, 341 pegawai dihukum disiplin sedang, serta 159 pegawai kena hukuman disiplin berat. Sementara itu, ada 62 pegawai yang masih dalam proses pemeriksaan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pegawai dengan jumlah pelanggaran disiplin terbanyak berada di lini terdepan yang bertugas pada pelayanan publik dan pengamanan. Padahal, kata Yan, seharusnya mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengungkapkan ada pejabat eselon IV hingga jabatan kepala kantor wilayah yang dikenakan hukuman disiplin. Berdasarkan rentang usia, pegawai yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah usia 30-40 tahun. &#8220;Dengan golongan yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah di golongan III, jadi unsur-unsur pelaksana di lini terdepan,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yan menjelaskan, hukuman disiplin dijatuhkan oleh pejabat berwenang kepada ASN jika terbukti melanggar ketentuan disiplin. Penegakan disiplin dilaksanakan melalui proses yang terstruktur dan berjenjang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosesnya diawali dari adanya dugaan pelanggaran disiplin dari hasil pengawasan internal, laporan masyarakat, maupun temuan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap informasi yang masuk akan ditindaklanjuti untuk memastikan adanya indikasi pelanggaran. Jika ditemukan indikasi awal, maka pegawai akan dipanggil secara tertulis untuk konfirmasi awal. Kementerian Imipas, kata Yan, memastikan bahwa setiap proses penjatuhan hukuman disiplin mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/pegawai-negeri-sipil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pegawai Negeri Sipil<\/a>.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJenis pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai harus dipertimbangkan secara cermat dan sanksi yang dijatuhkan harus sebanding dengan tingkat kesalahan yang dilakukan,&#8221; kata dia.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><b>Pilihan editor: <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/hukum\/peredaran-narkotik-di-penjara-2119718\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa Peredaran Narkoba di Penjara Tak Bisa Ditumpas<\/a><\/b><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/2101058\/365-asn-imipas-dibina-di-nusakambangan-karena-pelanggaran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEMENTERIAN Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) membina sebanyak 365 aparatur sipil negara atau ASN yang melakukan pelanggaran di Pulau Nusakambangan. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan dan efek jera, memperkuat integritas, memperbaiki kinerja pelayanan, hingga mendorong perubahan perilaku. \u201cSebagai langkah pembinaan, Kementerian Imipas telah melaksanakan program pembinaan mental terhadap 365 pegawai di Pulau Nusakambangan,\u201d kata Inspektur<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1429","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1429"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1429\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}