{"id":1459,"date":"2026-04-29T14:52:10","date_gmt":"2026-04-29T14:52:10","guid":{"rendered":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/fakta-fakta-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur\/"},"modified":"2026-04-29T14:52:10","modified_gmt":"2026-04-29T14:52:10","slug":"fakta-fakta-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/2026\/04\/29\/fakta-fakta-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur\/","title":{"rendered":"Fakta-fakta Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">TABRAKAN Kereta Api <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/argo-bromo-anggrek\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Argo Bromo Anggrek<\/a> dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 menelan banyak korban. Tercatat ada 16 orang meninggal dan 90 terluka akibat kecelakaan tersebut.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa tragis ini diawali dengan insiden antara KRL dari Cikarang yang menghantam taksi Green SM di perlintasan sebidang tanpa palang Jalan Raya Ampera, Bekasi Timur. Titiknya berjarak sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut keterangan saksi di lokasi, taksi hijau milik perusahaan asal Vietnam terseret hingga puluhan meter. Berhenti di antara Stasiun Bekasi Timur dan perlintasan sebidang Ampera. Kejadian ini membuat <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/krl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KRL<\/a> di Stasiun Bekasi Timur yang menuju ke Cikarang di jalur sebelahnya tertahan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini diamini oleh penumpang yang selamat yakni Subur Sagita, 51 tahun. Subur bercerita, kereta menuju arah Cikarang itu sempat berhenti cukup lama. Hal ini dikarenakan ada gangguan tabrakan antara taksi dan KRL di jalur 1. <\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat berhenti, Subur mengaku melihat ada cahaya lampu sorot yang cukup terang. \u201cNah aku liat sorot lampu, gitu kayak orang nyenter, abis itu orang menjerit semua,&#8221; ucap Subur saat diwawancara, Selasa, 28 April 2026.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jeritan di dalam gerbong disusul <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/tabrakan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tabrakan<\/a> yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak gerbong belakang KRL yang ditumpangi oleh Subur dan istrinya sekitar pukul 20.57 WIB.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Proses evakuasi penumpang<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tabrakan yang tidak terhindarkan itu terjadi di gerbong wanita. Petugas selanjutnya langsung mengevakuasi para penumpang yang terjepit. Suasana mencekam terjadi di akses peron dan lantai 2 stasiun. Banyak korban yang terluka dibawa ke atas. Beberapa yang luka ringan tampak terkapar, sementara yang lain, dibawa oleh petugas menggunakan tandu dorong.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan insiden ini menelan korban jiwa sebanyak 106 korban dengan rincian 16 orang tewas dan 90 orang luka-luka. Semua korban jiwa tercatat berjenis kelamin perempuan. \u201cSeluruhnya perempuan,\u201d kata Kepala RS Bhayangkara Kramat Jati Brigadir Jenderal Prima Heru Yulihartono di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Selasa.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Presiden minta investigasi menyeluruh<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, Presiden <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/prabowo-subianto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prabowo Subianto<\/a> meminta penyebab kecelakaan antara kereta api jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur diinvestigasi secara menyeluruh. Investigasi dinilai penting untuk memastikan penyebab pasti insiden tabrakan sekaligus menjadi bahan evaluasi ke depan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya seperti apa,\u201d ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bekasi, Selasa.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Prabowo turut menyoroti soal banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki pengamanan memadai. Berdasarkan catatannya, ada sekitar 1.800 titik perlintasan liar di Pulau Jawa yang membutuhkan pembenahan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,\u201d kata Prabowo.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendukung program tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar untuk fokus pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian. \u201cKami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan, sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan,&#8221; ucap Prabowo.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Investigasi oleh KNKT<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyerahkan semua proses investigasi ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/knkt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KNKT<\/a>). Ia enggan berspekulasi terkait adanya taksi yang kena temper kereta sebelum tabrakan, meskipun lokasi berdekatan dan waktu kejadian berurutan.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, KNKT merupakan pihak yang lebih berwenang untuk mengetahui insiden tabrakan yang terjadi, meski sebelumnya ada insiden tabrakan antara taksi dan KRL di jalur 1. \u201cTentunya kami <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menyerahkan kepada KNKT, untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta,\u201d kata dia.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KNKT langsung melakukan langkah investigasi awal peristiwa tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Gambir\u2013Surabaya Pasar Turi dan <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/cummuter-line\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Commuter Line<\/a> jurusan Kampung Bandan-Cikarang. Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo mengatakan, timnya telah berada di lokasi kejadian sesaat setelah peristiwa.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,&#8221; ucap Anggo saat dihubungi pada Selasa pagi, 28 April 2026.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/2101073\/fakta-fakta-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TABRAKAN Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 menelan banyak korban. Tercatat ada 16 orang meninggal dan 90 terluka akibat kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis ini diawali dengan insiden antara KRL dari Cikarang yang menghantam taksi Green SM di perlintasan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1459","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1459\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikheadline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}