PRESIDEN Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Saat berada di pulau yang berada dekat perbatasan Filipina itu, Prabowo menyoroti dirinya sebagai presiden kedua yang mengunjungi Miangas setelah Joko Widodo.
Mantan menteri pertahanan ini bercerita, dirinya baru saja dari Filipina sebelum hadir ke Miangas. “Saya datang ingin lihat keadaan di Pulau Miangas, pulau terluar Republik Indonesia di paling utara. Saya baru saja dari Filipina, ternyata cukup dekat,” kata dia pada Sabtu, 9 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan bersyukur bisa mengunjungi Miangas. “Kita bersyukur, saya presiden kedua, Pak Jokowi sudah sebelumnya,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Jokowi sebelumnya meresmikan Bandara Miangas saat berkunjung ke pulau tersebut pada Oktober 2016. Maka dari itu, Prabowo berujar dirinya ingin memelihara bandar udara tersebut dan fasilitas-fasilitas lainnya di Miangas seperti Puskesmas.
Prabowo juga membahas rencana pembangunan Desa Nelayan Merah Putih di Miangas. Dia berujar desa nelayan ini akan memiliki pembuat es hingga cold storage atau gudang pendingin. Prabowo memperkirakan desa nelayan di Miangas akan rampung dalam sekitar lima bulan.
Prabowo ke Miangas setelah kembali ke Indonesia dari menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Cebu, Filipina.
Miangas adalah pulau terdekat dari perbatasan Indonesia dan Filipina. Lokasinya di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Prabowo mendarat di Bandara Miangas pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 10.45 WITA. Ketua Umum Partai Gerindra ini didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekteraris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo tiba di Miangas lewat penerbangan langsung dari Filipina. “Beliau kembali ke Tanah Air hari ini, tapi sebelum ke Jakarta mampir dulu ke beberapa agenda di sana (Miangas),” kata Sugiono seperti disiarkan Sekretariat Presiden pada Sabtu.
Kedatangan Prabowo di Miangas disambut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Selain itu, hadir juga Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Tandyo Budi Revita.
Pilihan Editor: Kriteria Fitnah di Balik Video Amien Rais

