Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    71 ASN Kementerian Imipas Dipecat karena Pelanggaran Berat

    April 29, 2026

    KSPSI Klaim Kedekatan dengan Pemerintah Tak Berimbas pada Idealisme

    April 29, 2026

    Today’s Top 3 News: Indonesia Knocked Out in 2026 Thomas Cup Group Stage

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Audit
    • Feature
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Subscribe
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Feature»Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S
    Feature

    Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S

    Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Brigjen D.I. Panjaitan/istimewa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kisah Gugurnya Brigjen D.I. Panjaitan dalam Peristiwa G30S

    Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal berintegritas itu menjadi salah satu korban penculikan di rumahnya di Kebayoran Baru.

    Karier Militer yang Dilandasi Prinsip

    Brigjen D.I. Panjaitan, lahir di Balige, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 9 Juni 1925, memulai karier militernya dengan bergabung ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kecerdasan dan ketegasannya membawanya menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Perwira Perbekalan dan Logistik Angkatan Darat, di mana ia menunjukkan keahlian dalam manajemen militer.

    Ia dikenal sebagai sosok yang berdisiplin tinggi dan menjunjung nilai moral. Reputasinya sebagai perwira yang tidak kompromi terhadap penyimpangan membuatnya disegani. Dalam menjalankan tugas, Panjaitan selalu mengedepankan kepentingan negara dan dikenal dekat dengan anak buahnya.

    Detik-Detik Penculikan dan Keteguhan Hati

    Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September mendatangi kediamannya. Menghadapi situasi itu, Panjaitan memilih untuk tidak melawan dengan kekerasan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah.

    Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah — sebuah tindakan yang menunjukkan keteguhan iman dan keberaniannya menghadapi maut.

    Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, bersama para perwira tinggi lainnya. Atas pengorbanannya, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Revolusi kepadanya.

    Latar Belakang dan Warisan Nilai

    Sebelum terjun ke dunia militer, Panjaitan menempuh pendidikan di bidang teknik mesin di Tarutung. Semangat nasionalismenya yang menggebu membawanya pada jalan pengabdian untuk negara. Nilai-nilai kepahlawanan yang ia tinggalkan mencakup keberanian, keteguhan iman, disiplin, integritas, serta nasionalisme yang murni.

    Brigjen DI Panjaitan G30S Pahlawan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Amir Sjarifuddin: Kisah Perdana Menteri yang Dieksekusi 1948

    April 29, 2026

    Ali Sastroamidjojo: Arsitek Utama Konferensi Asia Afrika 1955

    April 29, 2026

    Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.