KONFEDERASI Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI mengklaim, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan May Day 2026 di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat tidak akan berimbas pada redupnya integritas perburuhan.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menuturkan, dia telah tiga kali ditawari jabatan di kabinet pemerintah. Namun, tawaran tersebut selalu ditolak sebagai bentuk komitmen serikat pekerja menjaga jalannya fungsi check and balances pemerintahan.
“Saya dekat dengan kekuasaan, tapi saya juga yang menggugat Undang-Undang Omnibus Law,” kata Andi dalam konferensi pers Perayaan May Day 2026 di Kawasan Menteng, Rabu, 29 April 2026.
Kedekatan tersebut, dia bercerita, merupakan kedekatan dengan mantan Presiden Joko Widodo. Andi menyebut, ia dan Jokowi telah saling mengenal sejak 22 tahun.
Kendati begitu, kata dia, ketika pemerintah membuat kebijakan yang merugikan kelas pekerja, maka sebagai pimpinan KSPSI, ia akan berada di garis depan memperjuangkan hak dan kesejahteraan kelompok kerah biru.
Andi mengingatkan, relasi pekerja dan pemerintah tidak bisa berada dalam posisi yang terus saling berhadapan. Menurut dia, pemerintah dan pekerja harus saling bersinergi untuk menciptakan situasi yang kondusif.
“Tetapi, kami membuktikan ketika ada masalah kesejahteraan pekerja, kami yang menggugat, kami yang melawan. Jadi, tidak pernah pernah terbatas idealisme perburuhan kami,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri perayaan May Day 2026 di Kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 1 Mei lusa mendatang.
Andi Gani mengatakan, dalam kehadirannya Kepala Negara disebut akan memberikan kejutan kepada para serikat pekerja. “Kaitannya dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh,” kata Andi.
Selain kejutan, dia mengatakan, Prabowo juga menghadiahi serikat pekerja kaus dan payung untuk merayakan May Day nanti. Kaus dan payung itu didesain secara langsung oleh Kepala Negara.
Ia menambahkan, Presiden juga akan memberikan hadiah tambahan yang tak bisa disebutkan secara rinci. Namun, Andi memastikan hadiah tersebut bukan bersumber dari anggaran negara.
“Anggaran pribadi beliau,” katanya.

