Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fact Check: France Didn’t Send Hundreds of Warships to Break Hormuz Blockade

    April 29, 2026

    Prabowo Criticizes ‘Dark Indonesia’ Remarks: ‘If Someone Wants to Leave, Please Do’

    April 29, 2026

    Kementerian Hukum: Pembajakan Siaran Olahraga Dilarang

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Audit
    • Feature
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Subscribe
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Feature»Ali Sastroamidjojo: Arsitek Utama Konferensi Asia Afrika 1955
    Feature

    Ali Sastroamidjojo: Arsitek Utama Konferensi Asia Afrika 1955

    Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia yang menjabat dua periode pada dekade 1950-an, dikenang sebagai arsitek utama Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung.
    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ali Sastroamidjojo/ist
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ali Sastroamidjojo: Diplomat dan Perdana Menteri Penggagas KAA 1955

    Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia yang menjabat dua periode pada dekade 1950-an, dikenang sebagai arsitek utama Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Tokoh kelahiran Grabag, Magelang, 21 Mei 1903, itu memainkan peran kunci dalam memperkuat diplomasi Indonesia di panggung global.

    Masa Studi dan Awal Perjuangan

    Pendidikan Ali Sastroamidjojo dimulai di Europeesche Lagere School (ELS) dan Hoogere Burgerschool (HBS), sebelum ia melanjutkan studi hukum ke Universitas Leiden, Belanda. Di negeri kincir angin itu, semangat nasionalismenya berkembang melalui keterlibatan aktif dalam Perhimpunan Indonesia (PI), di mana ia berjejaring dengan calon pemimpin bangsa seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.

    Karier Politik dan Puncak Pencapaian

    Setelah kemerdekaan, Ali Sastroamidjojo berkarier di Partai Nasional Indonesia (PNI) dan menduduki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), serta Perdana Menteri pada 1953–1955 dan 1956–1957.

    Puncak kontribusinya adalah saat memimpin penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. Forum tersebut menjadi fondasi bagi Gerakan Non-Blok dan menegaskan prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif” yang digagasnya, sebuah prinsip yang masih menjadi pedoman diplomasi Indonesia hingga kini.

    Warisan dan Penghormatan

    Kiprah Ali Sastroamidjojo di bidang pendidikan juga memberikan dampak signifikan. Selama menjadi menteri, ia fokus pada penguatan sistem pendidikan nasional yang berlandaskan nilai kebangsaan. Atas segala jasanya, namanya diabadikan sebagai nama jalan dan institusi pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

    Pemikiran dan perjuangannya, terutama dalam memperjuangkan kedaulatan politik ekonomi serta solidaritas antarbangsa, terus menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

    Ali Sastroamidjojo Arsitek Pahlawan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Amir Sjarifuddin: Kisah Perdana Menteri yang Dieksekusi 1948

    April 29, 2026

    Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing

    April 29, 2026

    Mohammad Natsir: Arsitek Persatuan NKRI dan Pemikir Islam Indonesia

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.