Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus Kuras Rekening Bank Capital, OJK Diminta Turun Gunung Lakukan Audit

    May 7, 2026

    Sistem Keamanan di Bank Capital Dipertanyakan, Data Nasabah Bocor?

    May 7, 2026

    Kuras Rekening Nasabah, Sales Bank Capital Dipolisikan

    May 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Feature»Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing
    Feature

    Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing

    Haji Agus Salim, seorang diplomat, jurnalis, dan pemikir Islam terkemuka, lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884.
    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Haji Agus Salim/ist
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Agus Salim: Diplomat dan Pemikir Utama Indonesia

    Haji Agus Salim, seorang diplomat, jurnalis, dan pemikir Islam terkemuka, lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884. Ia merupakan salah satu tokoh kunci yang turut membangun identitas bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

    Kiprah di Panggung Politik dan Diplomasi

    Setelah Indonesia merdeka, Agus Salim dipercaya memegang sejumlah peran strategis. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari tahun 1947 hingga 1949, menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), serta bertindak sebagai diplomat dalam berbagai forum internasional. Dalam perannya itu, ia dikenal sebagai negarawan yang tegas menjaga kedaulatan namun bijaksana menghadapi tekanan dunia luar.

    Pendidikan dan Awal Perjalanan

    Kecerdasan Agus Salim telah tampak sejak muda. Ia adalah lulusan terbaik dari Hogere Burgerschool (HBS) di Batavia dan menguasai sembilan bahasa asing. Meski sempat bercita-cita melanjutkan studi ke Belanda, penolakan beasiswa dari pemerintah kolonial menjadi titik balik yang mendorongnya melawan ketidakadilan. Pengalaman kerjanya sebagai penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi, turut memperkaya wawasan diplomatik dan keislamannya.

    Keterlibatannya dalam politik dimulai melalui Sarekat Islam (SI) pada dekade 1910-an. Di organisasi itu, ia dianggap sebagai tokoh pembaharu yang gencar mendorong kemajuan pendidikan dan pemikiran umat Islam. Gaya bicaranya yang tajam, logis, namun santun membuatnya dijuluki “The Grand Old Man”.

    Warisan Kesederhanaan dan Keteguhan Prinsip

    Di balik kecerdasan dan jabatannya, Agus Salim hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Ia kerap menolak fasilitas mewah dan tidak pernah tergiur oleh kekayaan atau pangkat. Sikap hidupnya yang mengutamakan integritas intelektual tercermin dari sebuah peristiwa terkenal. Ketika seorang wartawan heran melihat anak-anaknya memakai baju bertambal, Agus Salim dengan tenang menjawab:

    “Lebih baik anak saya pakai baju tambalan daripada otaknya yang tambal sulam.”

    Kisah hidupnya tetap menjadi inspirasi sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih seorang intelektual sejati bagi bangsa.

    Agus Salim Diplomat Pahlawan Pemikir Islam Indonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Guru Besar UMS: Revitalisasi Energi Otak agar Mental Sehat

    April 30, 2026

    10 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Kering, Bikin Tampilan Makeup Glowing dan Flawless

    April 29, 2026

    Cerita Calon Jemaah Haji Tunanetra Hampir Gagal Berangkat

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.