Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus Kuras Rekening Bank Capital, OJK Diminta Turun Gunung Lakukan Audit

    May 7, 2026

    Sistem Keamanan di Bank Capital Dipertanyakan, Data Nasabah Bocor?

    May 7, 2026

    Kuras Rekening Nasabah, Sales Bank Capital Dipolisikan

    May 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Feature»Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S
    Feature

    Brigjen D.I. Panjaitan: Kisah Gugurnya Pahlawan Revolusi G30S

    Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Brigjen D.I. Panjaitan/istimewa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kisah Gugurnya Brigjen D.I. Panjaitan dalam Peristiwa G30S

    Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, seorang Pahlawan Revolusi, gugur pada 1 Oktober 1965 di Jakarta dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal berintegritas itu menjadi salah satu korban penculikan di rumahnya di Kebayoran Baru.

    Karier Militer yang Dilandasi Prinsip

    Brigjen D.I. Panjaitan, lahir di Balige, Tapanuli, Sumatera Utara, pada 9 Juni 1925, memulai karier militernya dengan bergabung ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kecerdasan dan ketegasannya membawanya menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Perwira Perbekalan dan Logistik Angkatan Darat, di mana ia menunjukkan keahlian dalam manajemen militer.

    Ia dikenal sebagai sosok yang berdisiplin tinggi dan menjunjung nilai moral. Reputasinya sebagai perwira yang tidak kompromi terhadap penyimpangan membuatnya disegani. Dalam menjalankan tugas, Panjaitan selalu mengedepankan kepentingan negara dan dikenal dekat dengan anak buahnya.

    Detik-Detik Penculikan dan Keteguhan Hati

    Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September mendatangi kediamannya. Menghadapi situasi itu, Panjaitan memilih untuk tidak melawan dengan kekerasan. Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah.

    Sebelum dibawa pergi, ia sempat berdoa dan meminta keluarganya untuk tetap tabah — sebuah tindakan yang menunjukkan keteguhan iman dan keberaniannya menghadapi maut.

    Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, bersama para perwira tinggi lainnya. Atas pengorbanannya, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Revolusi kepadanya.

    Latar Belakang dan Warisan Nilai

    Sebelum terjun ke dunia militer, Panjaitan menempuh pendidikan di bidang teknik mesin di Tarutung. Semangat nasionalismenya yang menggebu membawanya pada jalan pengabdian untuk negara. Nilai-nilai kepahlawanan yang ia tinggalkan mencakup keberanian, keteguhan iman, disiplin, integritas, serta nasionalisme yang murni.

    Brigjen DI Panjaitan G30S Pahlawan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Guru Besar UMS: Revitalisasi Energi Otak agar Mental Sehat

    April 30, 2026

    10 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Kering, Bikin Tampilan Makeup Glowing dan Flawless

    April 29, 2026

    Cerita Calon Jemaah Haji Tunanetra Hampir Gagal Berangkat

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.