Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Prabowo Criticizes ‘Dark Indonesia’ Remarks: ‘If Someone Wants to Leave, Please Do’

    April 29, 2026

    Kementerian Hukum: Pembajakan Siaran Olahraga Dilarang

    April 29, 2026

    Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tabrakan Kereta di Bekasi

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Audit
    • Feature
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Subscribe
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    Just Deploy It!Just Deploy It!
    Home»Perkara»Kisah Gugur Letkol Pierre Tendean di Tragedi G30S 1965
    Perkara

    Kisah Gugur Letkol Pierre Tendean di Tragedi G30S 1965

    Letkol Pierre Andries Tendean, pahlawan revolusi Indonesia, gugur pada usia 26 tahun dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Letkol Pierre Tendean/Istimewa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Letkol Pierre Tendean: Gugur di Usia Muda dalam Tragedi G30S

    Letkol Pierre Andries Tendean, pahlawan revolusi Indonesia, gugur pada usia 26 tahun dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Perwira muda yang saat itu menjabat sebagai ajudan Jenderal A.H. Nasution ini tewas setelah ditangkap dan dibawa ke Lubang Buaya.

    Latar Belakang dan Karier Militer

    Pierre lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939 dari ayah seorang dokter asal Minahasa, dr. A.L. Tendean, dan ibu keturunan Prancis, Maria Elizabeth Cornet. Ia memulai pendidikan militernya di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) Bandung dan lulus pada tahun 1962.

    Setelah bergabung dengan Korps Zeni, Tendean ditugaskan dalam operasi pembebasan Irian Barat. Kemampuannya di bidang intelijen membawanya ke posisi strategis sebagai ajudan Jenderal Nasution pada tahun 1965, di tengah situasi politik yang memanas.

    Peristiwa Malam 30 September 1965

    Pada malam 30 September 1965, pasukan pemberontak mendatangi rumah Jenderal Nasution. Dalam kekacauan itu, Pierre Tendean yang berusaha melindungi atasannya justru tertangkap karena dikira sang jenderal. Ia kemudian menjadi salah satu korban yang dibawa ke Lubang Buaya.

    Peristiwa ini mengakhiri karier seorang perwira yang dikenal disiplin dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Sebelumnya, ia juga telah menunjukkan kemampuan taktis dalam berbagai operasi strategis di Sumatera dan Kalimantan.

    Warisan Nilai Kepahlawanan

    Pengorbanan Pierre Tendean meninggalkan sejumlah nilai penting bagi generasi penerus. Pertama, nilai keberanian dan tanggung jawab, di mana ia berani menghadapi bahaya fisik demi membela kebenaran.

    Kedua, sikap pengabdian tanpa pamrih. Meski sebagai ajudan muda ia bisa memilih jalan aman, Tendean tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab meski menyadari risikonya besar.

    Ketiga, keteladanan bagi generasi muda. Kisah hidupnya bukan sekadar catatan sejarah, tetapi inspirasi moral tentang kesetiaan tanpa batas terhadap bangsa dan negara.

    G30S Pahlawan Pierre Tendean
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Amir Sjarifuddin: Kisah Perdana Menteri yang Dieksekusi 1948

    April 29, 2026

    Ali Sastroamidjojo: Arsitek Utama Konferensi Asia Afrika 1955

    April 29, 2026

    Agus Salim: Diplomat Jenius Penguasa 9 Bahasa Asing

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks
    Top Reviews
    Advertisement
    Demo
    Just Deploy It!
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo YouTube
    • News
    • Perkara
    • Audit
    • Bisnis
    • Feature
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.